Pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai revolusi industri era 4. Perlu kita sadari bahwa saat ini, detik ini, kita telah memasuki revolusi industri era 4, dimana revolusi industri keempat merupakan era digital ketika semua mesin terhubung melalui sistem internet atau cyber system. Situasi membawa dampak perubahan besar di masyarakat. Contoh kasus, televisi yang selama ini menjadi satu-satunya produsen hiburan dan informasi perlahan mulai ditinggalkan.
Sebaliknya banyak masyarakat yang justru beralih ke kanal media sosial (youtube, Instagram dll). Baik dalam beriklan produk, mencari informasi, hiburan dan lain-lain. Inilah gejala baru revolusi industri keempat.
Era teknologi dan revolusi industri ke-empat tersebut ditandai dengan pengumuman perusahaan Google pada 2013 yang menyatakan bahwa untuk menjadi karyawan Google, tidak perlu menggunakan ijazah. Usai itu, sejumlah perusahaan juga menerapkan hal yang sama.
Belum lagi kini banyak pekerjaan baru yang memudahkan masyarakat. Contohnya pengemudi online, pengantar makanan online, pengembang aplikasi, dan sebagainya. Sementara itu banyak pekerjaan lama yang digantikan oleh mesin.
°°Revolusi industri generasi pertama hingga keempat°°
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia sebagaimana revolusi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Salah satunya adalah kemunculan mesin uap pada abad ke-18. Revolusi ini dicatat oleh sejarah berhasil mengerek naik perekonomian secara dramatis di mana selama dua abad setelah Revolusi Industri terjadi peningkatan rata-rata pendapatan perkapita Negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat.
Berikutnya, pada revolusi industri generasi kedua ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustionchamber). Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dll yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Kemudian, revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet.
Selanjutnya revolusi industri era 4. Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Hal inilah yang disampaikan oleh Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution.
°°Antisipasi perguruan tinggi di Indonesia terhadap revolusi industri era 4°°
Perguruan tinggi di Indonesia harus mengantisipasi semakin pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dalam era revolusi industri 4.0. Kurikulum dan metode pendidikan pun harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.
Dunia kerja di era revolusi industri 4.0. merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. Karakteristik revolusi industri 4.0 ini meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi, otomasi dan adapsi, human machine interaction, value added services and businesses, automatic data exchange and communication, dan penggunaan teknologi internet.
dunia pendidikan dan dunia Industri harus dapat mengembangkan Industrial transformation strategy dengan mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan karena transformasi industri akan berhasil dengan adanya tenaga kerja yang kompeten.
Mengenai masalah peningkatan kualitas SDM Indonesia, ada 3 hal yang yang perlu diperhatikan semua pihak. Yang pertama adalah kualitas SDM. Yaitu bagaimana memastikan agar kualitas dari SDM kita ini sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sesuai dengan industri yang berbasis teknologi digital.
Yang kedua adalah masalah kuantitas yaitu jumlahnya pekerja atau SDM yang berkualitas dan kompeten serta sesuai kebutuhan industri. Yang ketiga lokasi yaitu masih kurang meratanya sebaran SDM yang berkualitas terutama di daerah-daerah.
Yang kedua adalah masalah kuantitas yaitu jumlahnya pekerja atau SDM yang berkualitas dan kompeten serta sesuai kebutuhan industri. Yang ketiga lokasi yaitu masih kurang meratanya sebaran SDM yang berkualitas terutama di daerah-daerah.
°°Tindakan universitas untuk menghadapi tantangan revolusi industri era 4°°
Ada tiga proses yang harus dilakukan universitas untuk menghadapi tantangan revolusi industri ini. Yakni, sensing, seizing, dan reconfiguring.
Melalui sensing, universitas harus secara konstan melakukan scanning, mencari, dan mengeksplorasi perkembangan teknologi dan perubahan di pasar, baik lokal maupun distant (industri dan global).
Kedua, terkait dengan memperluas peluang (seize opportunities), universitas dapat berkoordinasi dengan lembaga beasiswa seperti Lembaga Penyandang Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengirim generasi muda Indonesia ke luar negeri untuk belajar dengan universitas-universitas terbaik dunia.
Menempatkan calon-calon dosen baru pada berbagai pusat perkembangan teknologi yang menjadi pioner perkembangan revolusi industri adalah sebuah keharusan.
Selanjutnya, proses ketiga yang harus dilakukan adalah reconfiguring the business enterprise’s intangible and tangible assets yakni melakukan rekonfigurasi fakultas atau program studi yang ditawarkan agar sesuai dengan perkembangan zaman.
Melalui sensing, universitas harus secara konstan melakukan scanning, mencari, dan mengeksplorasi perkembangan teknologi dan perubahan di pasar, baik lokal maupun distant (industri dan global).
Kedua, terkait dengan memperluas peluang (seize opportunities), universitas dapat berkoordinasi dengan lembaga beasiswa seperti Lembaga Penyandang Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengirim generasi muda Indonesia ke luar negeri untuk belajar dengan universitas-universitas terbaik dunia.
Menempatkan calon-calon dosen baru pada berbagai pusat perkembangan teknologi yang menjadi pioner perkembangan revolusi industri adalah sebuah keharusan.
Selanjutnya, proses ketiga yang harus dilakukan adalah reconfiguring the business enterprise’s intangible and tangible assets yakni melakukan rekonfigurasi fakultas atau program studi yang ditawarkan agar sesuai dengan perkembangan zaman.
Pentingnya kepekaan universitas untuk beradaptasi dengan Revolusi Industri ke-empat. Selain peran universitas, peran pemerintah dalam memberikan kebijakan yang relevan dengan kondisi seperti ini merupakan hal yang wajib. Sebuah keharusan agar tak ketinggalan kereta.
PERMASALAHAN
1. Menurut Anda kebutuhan skill apa yang sangat berperan penting pada revolusi industri era 4.0?
2. Jelaskan pemahaman Anda mengenai Internet of Thing!
3. Jelaskan kualifikasi dan kompetensi dosen yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0!
2. Jelaskan pemahaman Anda mengenai Internet of Thing!
3. Jelaskan kualifikasi dan kompetensi dosen yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0!
Saya akan menjawab permasalahan nomor 3
BalasHapusSetidaknya terdapat lima kualifikasi dan kompetensi dosen yang dibutuhkan, meliputi (1) educational competence, kompetensi berbasis Internet of Thing sebagai basic skill di era ini; (2) competence in research, kompetensi membangun jaringan untuk menumbuhkan ilmu, arah riset, dan terampil mendapatkan grant internasional; (3) competence for technological commercialization, punya kompetensi membawa grup dan mahasiswa pada komersialisasi dengan teknologi atas hasil inovasi dan penelitian; (4) competence in globalization, dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan memecahkan national problem; serta (5) competence in future strategies, di mana dunia mudah berubah dan berjalan cepat, sehingga punya kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture, joint-research, joint-publication, joint-lab, staff mobility dan rotasi, paham arah SDG’s dan industri, dan lain sebagainya.
Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan pertama menurut saya yang penting adalah ketrampilan dan kompetensi merupakan hal yang paling pokok yang perlu diperhatikan.skill yang harus dikuasai adalah kemampuan dibidangnya yangblebih namun tidak meninggalkan bidang lain yabg artinya mampu melakukan segala hal di berbagai bidang
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan no 2.
BalasHapusInternet of Things (IoT) adalah suatu konsep dimana konektifitas internet dapat bertukar informasi satu sama lainnya dengan benda-benda yang ada disekelilingnya. Banyak yang memprediksi bahwa Internet of Things (IoT) merupakan “the next big thing” di dunia teknologi informasi. Hal ini dikarenakan banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) tersebut. Saya akan memberikan gambaran mengenai IOT sendiri. Sebagai contoh, suatu saat kita pasti pernah lupa terhadap sesuatu yang sangat penting. Seperti lupa mengunci pintu rumah kita, sedangkan kita sedang berada di luar rumah kita.Logika untuk manfaat apa itu IOT dalam mengunci pintu begini…
Kita mengirim pesan melalui smartphone->diterima perangkat IOT->perangkat IOT memberikan perintah untuk modul selonoid doorlock/servo->kunci bergerak->pintu terkunci.IOT sendiri tidak hanya diperuntukan untuk smartphone saja. HP jadul juga bisa digunakan untuk mengendalikan IOT yaitu via SMS.