10.5.18

Revolusi Industri Era 4.0

Pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai revolusi industri era 4. Perlu kita sadari bahwa saat ini, detik ini, kita telah memasuki revolusi industri era 4, dimana revolusi industri keempat merupakan era digital ketika semua mesin terhubung melalui sistem internet atau cyber system. Situasi membawa dampak perubahan besar di masyarakat. Contoh kasus, televisi yang selama ini menjadi satu-satunya produsen hiburan dan informasi perlahan mulai ditinggalkan.
Sebaliknya banyak masyarakat yang justru beralih ke kanal media sosial (youtube, Instagram dll). Baik dalam beriklan produk, mencari informasi, hiburan dan lain-lain. Inilah gejala baru revolusi industri keempat.

Era teknologi dan revolusi industri ke-empat tersebut ditandai dengan pengumuman perusahaan Google pada 2013 yang menyatakan bahwa untuk menjadi karyawan Google, tidak perlu menggunakan ijazah. Usai itu, sejumlah perusahaan juga menerapkan hal yang sama.

Belum lagi kini banyak pekerjaan baru yang memudahkan masyarakat. Contohnya pengemudi online, pengantar makanan online, pengembang aplikasi, dan sebagainya. Sementara itu banyak pekerjaan lama yang digantikan oleh mesin.

°°Revolusi industri generasi pertama hingga keempat°°

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia sebagaimana revolusi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Salah satunya adalah kemunculan mesin uap pada abad ke-18. Revolusi ini dicatat oleh sejarah berhasil mengerek naik perekonomian secara dramatis di mana selama dua abad setelah Revolusi Industri terjadi peningkatan rata-rata pendapatan perkapita Negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat.

Berikutnya, pada revolusi industri generasi kedua ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustionchamber). Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dll yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Kemudian, revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet.
Selanjutnya revolusi industri era 4. Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Hal inilah yang disampaikan oleh Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution.

°°Antisipasi perguruan tinggi di Indonesia terhadap revolusi industri era 4°°

Perguruan tinggi di Indonesia harus mengantisipasi semakin pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dalam era revolusi industri 4.0. Kurikulum dan metode pendidikan pun harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. 

Dunia kerja di era revolusi industri 4.0. merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. Karakteristik revolusi industri 4.0 ini meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi, otomasi dan adapsi, human machine interaction, value added services and businesses, automatic data exchange and communication, dan penggunaan teknologi internet.
dunia pendidikan dan dunia Industri harus dapat mengembangkan Industrial transformation strategy dengan mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan karena transformasi industri akan berhasil dengan adanya tenaga kerja yang kompeten.

Mengenai masalah peningkatan kualitas SDM Indonesia,  ada 3 hal yang yang perlu diperhatikan semua pihak. Yang pertama adalah kualitas SDM. Yaitu bagaimana memastikan agar kualitas dari SDM kita ini sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sesuai dengan industri yang berbasis teknologi digital.
Yang kedua adalah masalah kuantitas yaitu jumlahnya pekerja atau SDM yang berkualitas dan kompeten serta sesuai kebutuhan industri. Yang ketiga lokasi yaitu masih kurang meratanya sebaran SDM yang berkualitas terutama di daerah-daerah.

°°Tindakan universitas untuk menghadapi tantangan revolusi industri era 4°°

Ada tiga proses yang harus dilakukan universitas untuk menghadapi tantangan revolusi industri ini. Yakni, sensing, seizing, dan reconfiguring.
Melalui sensing, universitas harus secara konstan melakukan scanning, mencari, dan mengeksplorasi perkembangan teknologi dan perubahan di pasar, baik lokal maupun distant (industri dan global).
Kedua, terkait dengan memperluas peluang (seize opportunities), universitas dapat berkoordinasi dengan lembaga beasiswa seperti Lembaga Penyandang Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengirim generasi muda Indonesia ke luar negeri untuk belajar dengan universitas-universitas terbaik dunia.
Menempatkan calon-calon dosen baru pada berbagai pusat perkembangan teknologi yang menjadi pioner perkembangan revolusi industri adalah sebuah keharusan.
Selanjutnya, proses ketiga yang harus dilakukan adalah reconfiguring the business enterprise’s intangible and tangible assets yakni melakukan rekonfigurasi fakultas atau program studi yang ditawarkan agar sesuai dengan perkembangan zaman.

Pentingnya kepekaan universitas untuk beradaptasi dengan Revolusi Industri ke-empat. Selain peran universitas, peran pemerintah dalam memberikan kebijakan yang relevan dengan kondisi seperti ini merupakan hal yang wajib. Sebuah keharusan agar tak ketinggalan kereta. 

PERMASALAHAN 
1.  Menurut Anda kebutuhan skill apa yang sangat berperan penting pada revolusi industri era 4.0?
2. Jelaskan pemahaman Anda mengenai Internet of Thing!
3.  Jelaskan kualifikasi dan kompetensi dosen yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0! 

5.5.18

Presentasi e-learning kimia

Link video penjelasan aplikasi e-learning :
https://youtu.be/6bB_yBMrNiE

Link download aplikasi e-learning :
https://snappy.appypie.com/index/app-download/app_id/b44a1913240a

Permasalahan :
1) jelaskan karakteristik dari e-learning!
2) mengapa dengan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi? 
3) Sebutkan dan jelaskan beberapa contoh Website E-learning buatan orang Indonesia! 

Presentasi: multimedia pembelajaran kimia

Pada postingan kali ini saya akan menampilkan contoh multimedia pembelajaran kimia yang saya buat berdasarkan kebutuhan dan karakteristik saya dalam belajar. Namun sebelum itu, simak lah penjelasan berikut ini.

Dalam belajar, saya memiliki kekurangan yaitu sulit mengingat materi yang kompleks dan runtun seperti penjelasan atau alur dari sebuah proses yang hanya disajikan dalam bentuk teks.
Saya lebih mudah memahami sesuatu jika tampilannya disajikan dengan menarik dan penjelasannya menggunakan bahasa yang mudah di mengerti.


Berdasarkan prinsip modalitas dan multimedia yakni:
Prinsip modalitas menyatakan bahwa siswa bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi (kata yang terucapkan) daripada dari animasi dan kata tercetak di layar. Berdasarkan teori kognitif dan bukti riset, disarankan untuk menarasikan teks daripada menyajikan teks tercetak di layar saat gambar (statis maupun bergerak) menjadi fokus kata-kata dan saat keduanya disajikan pada waktu yang bersamaan. Alasannya yaitu jika gambar-gambar dan kata-kata sama-sama disajikan secara visual, maka saluran visual akan menderita kelebihan beban tapi saluran auditori tidak termanfaatkan. Jika kata-kata disajikan secara auditori, mereka bisa diproses dalam saluran auditor, sehingga saluran visual hanya memproses gambar.

Prinsip multimedia berbunyi murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja. Yang dimaksudkan dengan kata-kata adalah teks tercetak di layar yang dibaca pengguna atau teks ternarasikan yang didengar pengguna melalui speaker atau headset. Yang dimaksudkan dengan gambar adalah ilustrasi statis seperti gambar, diagram, grafik, peta, foto, atau gambar dinamis seperti animasi dan video.

Selain itu menurut riset Computer Technology Research (CTR):
1. Orang mampu mengingat 20% dari yang dilihat.
2. Orang mampu mengingat 30% dari yang didengar.
3. Orang mampu mengingat 50% dari yang didengar dan dilihat.
4. Orang mampu mengingat 70% dari yang didengar, dilihat, dan dilakukan.


Untuk itu saya membuat multimedia berupa video mengenai ilustrasi proses sel Galvani atau sel volta yang disajikan dengan narasi dari suara saya sendiri dan dilengkapi juga dengan karakter animasi guna menarik perhatian saya untuk memahami isi materinya. Multimedia ini dapat di lihat di youtube dengan link dibawah ini

https://youtu.be/WSBwBP4T5C0


Permasalahan:
1) apakah multimedia yang saya buat ini sudah termasuk ke dalam media audio-visual? 
2) apa keunggulan dan kekurangan dari multimedia yang saya buat? 
3) apa saja kelebihan video ketika digunakan sebagai multimedia pembelajaran? 
 

MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA Template by Ipietoon Cute Blog Design